Kamis, 21 Februari 2013

Teknik Penilaian Unjuk Kerja



a.  Pengertian

Penilaian unjuk kerja  merupakan penilaian yang dilakukan dengan mengamati  kegiatan peserta didik dalam melakukan sesuatu. Penilaian ini cocok digunakan untuk menilai kompetensi yang menuntut peserta didik  melakukan tugas tertentu seperti: praktek di laboratorium, praktek sholat, praktek olahraga, bermain peran, memainkan alat musik, bernyanyi, membaca puisi/ deklamasi dan lain-lain.  Cara penilaian ini dianggap  lebih otentik daripada tes tertulis karena apa yang dinilai lebih mencerminkan kemampuan peserta didik yang sebenarnya.

Penilaian  unjuk kerja perlu mempertimbangkan hal-hal berikut:
1)    Langkah-langkah unjuk kerja yang diharapkan dilakukan peserta didik untuk menunjukkan kinerja dari suatu kompetensi.
2)    Kelengkapan dan ketepatan aspek yang akan dinilai dalam unjuk kerja tersebut.
3)    Kemampuan-kemampuan khusus yang diperlukan untuk menyelesai-kan tugas.
4)    Upayakan kemampuan yang akan dinilai tidak terlalu banyak, sehingga semua dapat diamati.
5)    Kemampuan yang akan dinilai diurutkan berdasarkan urutan pengamatan.



b.  Teknik Penilaian Unjuk Kerja

Pengamatan unjuk kerja perlu dilakukan dalam berbagai konteks untuk  menetapkan tingkat pencapaian kemampuan tertentu. Untuk menilai kemampuan lompat jauh peserta didik, misalnya  dilakukan pengamatan atau observasi yang beragam, seperti: teknik mengambil awalan, teknik tumpuan, sikap/posisi tubuh saat di udara, teknik mendarat. Dengan demikian, gambaran kemampuan peserta didik akan lebih utuh. Untuk mengamati unjuk kerja peserta didik dapat menggunakan alat atau instrumen berikut:

a). Daftar Cek (Check-list)
Pengambilan data penilaian unjuk kerja dapat dilakukan dengan menggunakan daftar cek (ya-tidak). Aspek yang akan dinilai dicantumkan di dalam format penilaian penilaian unjuk kerja. Selama melakukan pengamatan unjuk kerja peserta didik, guru memberikan tanda (V) pada setiap aspek yang dinilai. Kelemahan cara ini adalah penilai hanya mempunyai dua pilihan mutlak, misalnya benar-salah, dapat diamati-tidak dapat diamati. Dengan demikian tidak terdapat nilai tengah, namun daftar cek lebih praktis digunakan mengamati subjek dalam jumlah besar. Berikut contoh daftar cek.
b). Skala Penilaian (Rating Scale)
Penilaian unjuk kerja yang menggunakan skala penilaian memungkinkan penilai memberi nilai tengah terhadap penguasaan kompetensi tertentu, karena pemberian nilai secara kontinum di mana pilihan kategori nilai lebih dari dua. Skala penilaian terentang dari tidak sempurna sampai sangat sempurna. Misalnya: 1 = tidak kompeten,  2 = cukup kompeten, 3 = kompeten dan 4 = sangat kompeten.  Berikut contoh skala penilaian.
Contoh Penilaian Kinerja

Jenis tugas: Catatlah hasil kerja pada laporan hasil kerja
Lakukan kegiatan di bawah ini secara individu .
1.    Ukurlah panjang mejamu dengan jengkal!
2.    Ukurlah lebar mejamu dengan jengkal!
3.    Ukurlah panjang buku matematika dengan penggaris!
4.    Ukurlah lebar buku matematika dengan penggaris!
5.    Ukurlah lebar mejamu dengan penggaris!

Konversi Nilai:   Score Yang didapat    X   100    =   ............
                                             Score Maksimum

Jenis tugas: mainkanlah salah satu alat musik ritmis dengan teknik yang  benar.

Kriteria Dalam Penilaian.
Penampilan.
1. Penampilan sempurna.
2. Penampilan baik, tetapi  masih kaku, kurang luwes.
3. Penampilan tidak sempurna, sering membelakangi penonton.

Teknik Bermain alat musik ritmis.
1. Teknik bermain alat musik  sempurna.
2. Bermain alat musik dengan teknik sempurna, tetapi masih ada yang kurang sempurna.
3. Bermain alat musik dengan teknik tidak  sempurna.

Harmoni/Aransemen.
1. Keserasian nada dengan teknik permainan alat musik sempurna.
2. Keserasian nada dengan teknik permainan alat musik ritmis masih ada yang kurang sempurna.
3. Keserasian nada dan permainan alat musik ritmis kurang sempurna.


Kriteria Dalam Penilaian.
Penampilan.
1. Penampilan sempurna.
2. Penampilan baik, tetapi  masih kaku, kurang luwes.
3. Penampilan tidak sempurna, sering membelakangi penonton.

Teknik bernyanyi dan bermain alat musik ritmis.
1. Teknik bernyanyi dengan iringan alat musik ritmis sempurna.
2. Teknik bernyanyi dengan iringan alat musik ritmis  masih ada yang kurang sempurna.
3. Teknik bernyanyi dengan iringan alat musik kurang sempurna.

Harmoni.
1.  Keserasian nada dengan teknik permainan alat musik ritmis    sempurna.
2.  Keserasian nada dengan teknik permainan alat musik ritmis  masih ada yang kurang sempurna.
3.  Keserasian nada dan permainan alat musik ritmis kurang sempurna.
































































Tidak ada komentar:

Posting Komentar